HALLO!!

HALLO!!

Jumat, 08 April 2016

Kesehatan Mental (SoftSkill)

KESEHATAN MENTAL
Tugas Makalah “Anti Sosial”

Description: C:\Users\Toshiba\Pictures\logo_gunadarma3.jpg

Nama Kelompok :
1.   Masykur (16514451)
2.   Meira Handayani (16514549)
3.   Riyan Kintan A (19514561)
4.   Waode Anggi P (1C514182)

Kelas : 2PA02



Universitas Gunadarma
2016-2017


Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam penyelesaian makalah ini baik secara moral maupun materil. Makalah ini dalam rangka memenuhi tugas kelompok mata kuliah softskill Kesehatan Mental .Makalah ini berisikan pokok pikiran kelompok kami tentang“ Anti Sosial”. Dalam makalah ini telah merangkum dari berbagai sumber  yang terpercaya sehingga tulisan-tulisan dalam makalah ini mudah dipahami oleh pembaca. Diharapkan makalah ini dapat menambah informasi dan ilmu pengetahuan.
Demikian ,kami sampaikan terimakasih. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita. Aminnn







Depok , 30 Maret 2016
Penulis

i



Daftar Isi
Kata pengantar ......................................................................................................i
Daftar isi...............................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Anti Sosial....................................................................................2
2.2 Ciri Anti Sosial...............................................................................................2
2.3 Perilaku Anti Sosial.......................................................................................3
2.4 Bentuk-bentuk Anti Sosial..............................................................................6
2.5 Faktor Yang Mempengaruhi Anti Sosial........................................................6
KasusTed Bundy...................................................................................................7
BAB III PENUTUP
3.1 Simpulan .........................................................................................................9
3.2 Saran ...............................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................10


ii

BAB 1
1.1 Latar Belakang
      Seseorang yang memiliki perilaku antisosial memang meresahkan masyarakat yang ada di lingkungannya. Karena orang yang memiliki perilaku antisosial memang mengabaikan norma dan konvensi sosial di dalam masyarakat. Perilaku antisosial bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa ada batasan usia, tetapi biasanya perilaku antisosial identik dengan usia remaja sekolah. Pada awalnya para ahli tidak menggolongkan perilaku antisosial sebagai bentuk dari gangguan kepribadian,  hal ini karena mereka tidak melihat adanya simptom-simptom yang mengarah ke hal tersebut. Satu hal yang bersifat paradoksal dalam psikopatologi adalah bahwa beberapa orang yang mengalami ini secara intelektual adalah normal namun disegi lain memiliki kepribadian yang abnormal. Hal tersebut dapat diterima tanpa adanya pertanyaan selain cukup dipahami bahwa adanya disintegrasi dari penyebab dan intelektual yang menghasilkan gangguan mental. Pada awal abad-19, orang-orang antisosial digambarkan sebagai orang yang tidak bermoral, Mereka disebut moral imbesil dan secara bertahap kondisi ini digambarkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pada akhir abad-19, istilah psikopat mulai digunakan untuk mereka yang berperilaku antisosial. Pada saat panduan diagnostik dari American Psychiatric Association dipublikasikan pada awal tahun 1950-an psikopat dan sosiopat diperkenalkan sebagai komponen stress dan sosiokultural dari perilaku dan mengurangi peran teori konstitusional yang pada awalnya mendominasi penelahaan tentang masalah ini. Saat edisi kedua dari panduan ini diterbitkan tahun 1968 istilah mulai ditinggalkan dan munculah istilah antisosial personality. Di zaman sekarang banyak remaja yang melakukan perilaku antisosial, bahkan di amerika serikat hampir lebih dari 40% orang-orang yang melakukan kejahatan serius adalah anak-anak remaja. Dalam penelitian yang dilakukan peneliti dari IPB ditemukan korelasi antara hubungan kualitas karakter seseorang dengan perilaku antisosial, jadi jika seseorang memliki karakter yang baik maka tingkat seseorang tersebut untuk melakukan perilaku antisosial akan lebih rendah. Tetapi karakter yang baik belum tentu menjamin seseorang tidak melakukan perilaku antisosial, karena biasanya orang yang memiliki perilaku antisosial menampilkan kharisma yang baik dan memiliki intelegensi yang baik juga.

1


BAB II

2.1 Pengertian Anti Sosial

   Anti sosial terdiri dari kata anti dan sosial, anti yang berarti menentang atau memusuhi dan sosial yang berarti berkenaan dengan masyarakat. Jadi anti sosial adalah suatu sikap yang melawan kebiasaan masyarakat dan kepentingan umum. Menurut Kathleen Stassen Berger, sikap antisosial sering dianggap sebagai sikap dan perilaku yang tidak mempertimbangkan penilaian dan keberadaan orang lain atau masyarakat secara umum. Suatu tindakan antisosial termasuk dalam tindakan yang berorientasi pada keberadaan orang lain atau ditujukan kepada orang lain, meskipun tindakan tersebut memiliki makna subjektif bagi orang-orang yang melakukannya. Tindakan antisosial ini seringkali membuat kerugian bagi masyarakat luas sebab pada dasarnya si pelaku tidak menyukai keteraturan sosial. Selain itu antisosial juga menunjukan sikap seseorang yang tidak dapat beradaptasi terhadap norma yang ada di lingkungannya. Antisosial juga merupakan sebuah gangguan mental dimana penderitanya tidak memperdulikan hak, keinginan, serta perasaan orang lain. Karena ketidakpeduliannya seorang antisosial dapat bersikap kasar dalam memperlakukan orang lain. Seorang antisosial juga masa bodoh dengan hukum sehingga sering melanggarnya tanpa ada rasa bersalah. Sehingga antisosial dapat berakibat buruk bagi penderitanya karena membuat ia tidak dapat menjalankan tugas dengan baik misalnya di sekolah, pekerjaan, dan di keluarga.

2.2 Ciri-Ciri Sikap Antisosial 
Sikap antisosial dapat dengan mudah diketahui dengan melihat ciri-ciri tanda dari sikap anti sosial antara lain sebagai berikut :
  • Terdapat ketidaksesuaian antara sikap seseorang dengan norma yang terdapat dalam masyarakat
  • Adanya seseorang atau sekelompok orang yang beruasah dalam melakukan perlawan terhadap orang yang berlaku di masyarakat. 
  • Keadaan psikologi seseorang yang berlawanan dengan apa yang terjadi
2



  • Ketidakmampuan seseorang dalam menjalankan norma yang di masyarakat.
2.3 Bentuk-Bentuk Sikap Antisosial 
Sikap antisosial dikelompokkan dalam beberapa macam antara lain sebagai berikut:

1.    Bentuk-Bentuk Sikap Antisosial Berdasarkan Penyebabnya 

a. Sikap antisosial yang muncul karena penyimpangan (devisiasi) individual 
Penyimpangan individul bersumber dari faktor-faktor yang terdapat diri seseorang, seperti pembawaan, penyakit, kecelakaan yang dialami seseorang, atau karena terdapat pengaruh sosial budaya yang sifatnya unik terhadap individu. Adapun bentuk-bentuk sikap antisosial antara lain sebagia berikut:
·      Pembandel, yaitu orang yang tidak mau tunduk pada peringatan orang-orang yang memiliki kewenangan di lingkungan tersebut. 
·      Pelanggar, ialah orang-orang yang melanggar norma-norma umum atau masyarakat yang berlaku 
·      Pembangkang, adalah orang yang tidak tunduk pada nasihat-nasihat orang yang terdapat dilingkungan tersebut. 
·      Penjahat, adalah orang-orang yang mengabaikan norma-norma umum atau masyarakat yang berbuat sekehendak hati yang mengakibatkan kerugian-kerugian harta atau jiwa yang terdapat dilingkungannya ataupun yang berada di luar lingkungannya sehingga para anggota masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan selalu bersiap-siap untuk menghadapinya.

b. Sikap antisosial yang muncul karena penyimpangan situsional 
Penyimpanan situasional adalah fungsi pengaruh kekuatan-kekuatan situasi yang berada di luar individu atau dalam situasi ketika individu merupakan bagian yang tidak terpisahkan di dalamnya. Situasi sosial adalah keadaan yang berhubungan dengan tingkah laku seseorang dimana tekanan, pembatasan, dan rangsangan yang datang dari orang atau kelompok di luar diri orang itu relatif lebih dinamis daripada faktor-faktor

3



internal yang dapat menimbulkan respons mengenai hal-hal tersebut. Penyimpangan situasional dapat selalu kembali jika situasinya berulang. Mengenai kejadian tersebut, menjadi penyimpangan kumulatif. Macam-macam bentuk sikap antisosial adalah sebagai berikut:
·      Degradasi moral atau demoralisasi karena kata-kata keras dan radikal yang kelaur di mulut para pekerja yang di PHK secara sepihak oleh perusahaan tempat mereka bekerja. 
·      Tingkah laku kasar pada golongan remaja 
·      Tekanan batin yang dialami oleh perempuan-perempuan yang mengalami monopause
·      Penyimpangan seksual yang terjadi karena seseorang menunda-nunda perkawinan 
·      Homoseksual yang terjadi untuk narapidana di lembaga permasyarakatan. 

c. Sikap antisosial yang muncul karena penyimpangan biologis 
Penyimpangan biologi adalah faktor pembatas yang tidak memungkinkan terjadinya dalam memberikan persepsi atau menimbulkan respons-respons tertentu. Gangguan terjadi jika individu tidak melakukan suatu peranan sosial tertentu yang sangat perlu. Pembatasan terhadap gangguan-gangguan ini sifatnya transbudaya (menyeluruh di seluruh dunia). Terdapat macam-macam bentuk diferensiasi yang dapat menghasilkan penyimpangan biologis adalah sebagai berikut:
·      Ciri-ciri ras, misalnya tinggi badan, roman muka, dan bentuk badan 
·      Ciri-ciri karena gangguan fisik, misalnya kehilangan anggota tubuh dan gangguan sensorik
·      Ciri-ciri biologis yang aneh, cacat karena luka dan cacat yang terjadi karena bawaan lahir.
·      Tidak berfungsinya tubuh secara baik dan tidak bisa dikendalikan lagi, misalnya epilepsi dan tremor.

d. Sikap antisosial yang bersifat sosiokultural 
Beberapa bentuk sikap dari antisosial dengan sifat sosiokultural adalah sebagai berikut:
·      Primordialisme, adalah suatu sikap atau pandangan yang menunjukkan sikap yang
4



berpegang teguh kepada hal-hal yang sejak semula melekat pada diri individu, misalnya suku bangsa, agama, ras, ataupun asal usul kedaerahan oleh seseorang dalam kelompoknya, kemudian meluar dan berkembang. Primordialisme muncul karena adanya sesuatu yang dianggap istimewa oleh individu dalam suatu kelompok dan keinginan untuk mempertahankan keutuhan suatu kelompok. Selain dari itu, primordialisme berkaitan disebabkan dengan nilai-nilai mengenai keyakinan, misalnya keagamaan dan pandangan hidup.  
·      Etnosentrims atau fanatisme suku bangsa, ialah suatu sikap yang menilai kebudayaan masyarkat lain dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku di masyarakatnya sendiri.  
·      Sekularisme, yaitu sikap yang lebih mengedepankan hal-hal yang sifatnya nonagamawi, misalnya teknologi dan ilmu pengetahuan. Orang yang seperti ini cenderung mengedepankan kebenaran duniawi.  
·      Hedonisme, adalah suatu sikap manusia yang didasarkan pada diri mengenai pola kehidupan yang serbamewah, glamor, dan menemparkan kesenangan materiil di atas segalanya. Tindakan yang baik menurut hedonisme adalah tindakan yang menghasilkan kenikmatan. Orang yang mempunyai sifat seperti ini biasanya kurang peduli mengenai keadaan di sekitarnya karena yang diburu adalah kesenangan pribadi.  
·      Fanatisme, ialah suatu sikap yang mencintai atau menyukai mengenai suatu hal secara berlebihan. Mereka tidak memedulikan apapun yang dipandang lebih baik daripada hal yang disenangi tersebut. Fanatisme yang berlebihan sangat berbahaya karena dapat berujung pada perpecahan atau konflik. Seperti fanatisme terhadap suatu ideologi atau arti idola. 
·      Diskriminasi, adalah sikap yang membeda-bedakan secara sengaja golongan-golongan yang berkaitan mengenai kepentingan-kepentingan tertentu. Dalam diskriminasi, golongan tertentu diperlakukan secara berbeda dengan golongan-golongan lain. Pembedaan itu dapat didasarkan pada suku bangsa, agama, mayoritas, atau bahkan minoritas dalam masyarakat. Seperti, diskriminasi ras yang sebelumnya pernah terdapat di Afrika Selatan dimana seluruh warga ras kulit putih menduduki lapisan lebih tinggi dibandingkan ras kulit hitam. 

5



2.4             Bentuk-Bentuk Sikap Antisosial Berdasarkan Sifatnya
a.      Tindakan antisosial yang dilakukan secara sengaja
Tindakan antisosial yang dilakukan secara sengaja adalah tindakan yang dilakukan secara sadar oleh pelaku, akan tetapi tidak mempertimbangkan penilaian orang lain terhadap tindakannya tersebut. Seperti vandalisme atau aksi corat-coret tembok rumah orang lain.  

b.      Tindakan antisosial karena tidak peduli
Tindakan antisosial karena tidak peduli adalah tindakan karena ketidakpedulian si pelaku mengenai keberadaan masyarakat disekitarnya. Seperti membuang sampah di sebmarang tempat atau mengebut ketika berkendara di jalan raya.


2.5 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Antisosial
·         Terdapat norma dan nilai sosial yang tidak sesuai atau sejalan mengenai keinginan masyarakat sehingga dapat terjadi kesenjangan budaya, dan pola pikir masyarakat.
·         Adanya ideologi yang dipaksakan untuk masuk ke dalam lingkungan masyarakat. Hal tersebut dapat menimbulkan guncangan budaya bagi masyarakat yang belum siap untuk menerima ideologi tersebut.
·         Masyarakat kurang siap untuk menerima perubahan dalam tatanan masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi karena terdapat perubahan sosial yang menuntut seluruh komponen agar berubah mengikuti tatanan yang baru. Dalam perubahan, terdapat komponen yang siap, namun ada juga yang sebaliknya yang justru bersikap antisosial karena sepakat dengan perubahan yang terjadi.
·         Ketidak mampuan seseorang untuk memahami atau menerima mengenai bentuk-bentuk perbedaan sosial dalam masyarakat sehingga akan mengakibatkan kecemburuan sosial. Perbedaan-perbedaan dimaknai sebagai suatu permasalahan yang dapat mengancam stabilitas masyarakat yang dapat mengancam stabilitas masyarakat yang sudah tertata.

6



·         Pemimpin yang kurang sigap dan tanggal mengenai fenomena sosial dalam masyarakat serta tidak mampu mengartikan keinginan masyarakat secara keseluruhan.

Kasus Ted Bundy
Ted Bundy yang bernama asli Theodore Robert Cowell yang lahir di sebuah rumah di Vermont, 24 November 1946 merupakan pembunuh berantai terhadap lebih dari 30 orang dimana korbannya hampir seluruhnya wanita. Bundy merupakan hasil anak dari seorang ibu yang tidak menikah, tetapi bundy tidak mengetahuinya ,jadi selama ini ia di asuh oleh kakek-neneknya yang dia anggap adalah orang tuanya , dan ibunya adalah kakanya. Dalam kehidupan sehari –hari bundy adalah anak yang tertutup dan pendiam, Pada tahun 1951 ibu bundy menikah dengan johnnie bundy. Meskipun Bundy ,sikapnya acuh tak acuh, ia cukup pintar di sekolah, dan ketampanannya yang alami membuatnya populer di sekolah hingga meningkatkan harga dirinya. sampai suatu hari ia mempunyai seorang wanita yang sangat ia cintai di sekolahnya , tetapi wanita tersebut mengakhiri hubungannya dengan Bundy. Disaat yang bersamaan bundy pun mengetahui tentang asal-usulnya bahwa ia adalah anak yang lahir di luar pernikahan ,Hal itu berakibat pada pukulan yang signifikan pada kondisi psikologisnya. Upaya ayah tirinya untuk menyatukan Bundy dengan anggota keluarga yang lain ditolaknya mentah-mentah, dan ia menjadi semakin terisolasi dalam dunianya perenungannya dan terkucil dari keempat saudara-saudaranya yang lain serta lebih senang bermain sendiri. Namun, seolah-olah ingin membuktikan pada mantan kekasihnya dan keluarganya bahwa mereka salah menilainya, ia malah melemparkan dirinya ke studinya dengan semangat baru. Dia kemudian menjadi mahasiswa kehormatan yang memilih jurusan psikologi. Ia juga menaruh minat pada dunia politik dan menjadi juru kampanye yang berkarismatik. Ketika bertemu lagi dengan mantan kekasihnya pada tahun 1973, mantan kekasihnya kagum pada kekayaan yang dimiliki Bundy sekarang dan mereka menghidupkan kembali percintaan mereka. Saat mantannya yakin bahwa ia akan menikah dengan Bundy, Bundy secara tiba-tiba hilang dan tidak bisa dihubungi seperti halnya yang pernah dilakukan mantannya itu pada Bundy enam tahun yang lalu. Balas dendam ini membuat Bundy sedikit nyaman akan tetapi kemarahannya kemudian dialihkan dalam serangkaian serangan brutal terhadap perempuan-perempuan yang semuanya memiliki karakteristik fisik yang sama
7



dengan Mantan kekasihnya tersebut. Bundy juga masuk kedalam kategori anti sosial/psikopat karena cirri-ciri anti sosial/psikopat terdapat dalam diri Bundy selama berlangsungnya kasus seperti, terlibat aksi criminal, manipulative, tidak ada rasa penyesalan meski sudah mengakui perbuatannya. Dari aksi kriminal Bundy polisi sempat terkecoh. Meskipun polisi sudah menemukan bukti-bukti yang kuat terhadap pelaku pembunuhannya , bundy tetap sadar ,tidak merasa bersalah walau ia sudah mengakuinya ,bahkan ia membohongi polisi saat dia menunggu sidang dan bundy berhasil lolos dari penjara, ia sudah banyak membunuh , memperkosa , dan membantai korban-korbannya yang kebanyakan merupakan wanita yang memiliki karakter fisik: wanita yang rambutnya dibelah tengah , dan rambutnya panjang sebahu persis mantan pertamanya.

Pemecahan masalah anti sosial.

Sosial dan lingkungan rumah juga berperan dalam menunjang perkembangan perilaku anti sosial. Untuk mecegah perilaku antisosial dapat digunakan cara pengendalian sosial seperti sosialisasi tidak menutup diri terhadap lingkungan sekitar, mau terbuka terhadap orang terdekat ,tekanan sosial, kekuatan dan kekuasaan dalam bentuk peraturan hukum. Jika seorang mempunyai masalah dirinya terhadap sosialisasi segeralah menanyakan hal itu kepada psikolog. Hal itu dapat dilakukan agar masyarakat memiliki pengetahuan tentang kebaikan norma sehingga perilaku-perilaku antisosial tidak terjadi.







8



BAB III
Dari kasus ted bundy diatas bisa diambil kesimpulan bahwa sanya seorang yang anti sosial bukan lah seperti apa yang beredar secara umum yaitu berpenampilan ekstrim , penyendiri, suka berkelahi dll. Namun justru orang yang anti sosial bisa sangat sama atau tidak memiliki perbedaan secara kasat mata dengan orang lain .Ted bundy bahkan merupakan mahasiswa berprestasi dan menjadi juru kampanye yang berkharismatik . seorang yang anti sosial bisa benar-benar berbeda jika sudah menunjukan kejiwaannya yang terganggu namun bukan gila , itulah sebabnya anti sosial disebut “penyakit jiwa tanpa gangguan mental”. Secara sederhana , perilaku anti sosial bisa di gambarkan sebagai perilaku yang tak diinginkan sebagai akibat dari gangguan kepribadian dan merupakan lawan dari perilaku proposial.
Penulis  sangat menyadari bahwa banyak kekurangan yang terdapat dalam makalah ini . Untuk Itu, Penulis Sangat Mengharapkan Kritik Dan Saran Dari Para Pembaca Semua Dalam Pengembangan Makalah Ini Ke Depan.
         
















9



DAFTAR PUSTAKA

Riyanti, B.P Dwi & Hendro Prabowo 1998. “Psikologi Umum 2”. Depok : Gunadarma
Biografi Ted Bundy, Seorang Psikopat. mynamesaragieyunit.blogspot.com, 9 Maret 2014. Diunduh 5 April 2015
Mental Disorder. Meledugcom.blogspot.com, 2013. Diunduh 18 April 2015

















10

1 komentar:

  1. Best Casino | Dr.MCD
    Looking for the best 밀양 출장안마 casino? · Slots · Table Games · Live Dealer Games · Sports Betting · 수원 출장안마 Casinos · Mobile Casino. 대구광역 출장샵 Dr.MD.com. Dr.MD 인천광역 출장마사지 is the 파주 출장안마

    BalasHapus