KESEHATAN
MENTAL
Tugas
Makalah “Anti Sosial”

Nama
Kelompok :
1. Masykur
(16514451)
2. Meira
Handayani (16514549)
3. Riyan
Kintan A (19514561)
4. Waode
Anggi P (1C514182)
Kelas
: 2PA02
Universitas
Gunadarma
2016-2017
Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini.
Tidak lupa penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu kami dalam penyelesaian makalah ini baik secara moral
maupun materil. Makalah
ini dalam rangka memenuhi tugas kelompok mata kuliah softskill Kesehatan Mental
.Makalah ini berisikan pokok pikiran kelompok kami tentang“ Anti Sosial”. Dalam
makalah ini telah merangkum dari berbagai sumber yang terpercaya sehingga tulisan-tulisan
dalam makalah ini mudah dipahami oleh pembaca. Diharapkan makalah ini dapat
menambah informasi dan ilmu pengetahuan.
Demikian ,kami sampaikan terimakasih. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi
segala usaha kita. Aminnn
Depok , 30 Maret 2016
Penulis
i
Daftar Isi
Kata pengantar ......................................................................................................i
Daftar isi...............................................................................................................ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Anti Sosial....................................................................................2
2.2 Ciri
Anti Sosial...............................................................................................2
2.3 Perilaku
Anti Sosial.......................................................................................3
2.4 Bentuk-bentuk
Anti Sosial..............................................................................6
2.5 Faktor Yang Mempengaruhi Anti Sosial........................................................6
KasusTed
Bundy...................................................................................................7
BAB III PENUTUP
3.1 Simpulan .........................................................................................................9
3.2 Saran ...............................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................10
ii
BAB
1
1.1
Latar Belakang
Seseorang yang memiliki perilaku antisosial
memang meresahkan masyarakat yang ada di lingkungannya. Karena orang yang
memiliki perilaku antisosial memang mengabaikan norma dan konvensi sosial di
dalam masyarakat. Perilaku antisosial bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa ada
batasan usia, tetapi biasanya perilaku antisosial identik dengan usia remaja
sekolah. Pada awalnya para ahli tidak menggolongkan perilaku antisosial sebagai
bentuk dari gangguan kepribadian, hal ini karena mereka tidak melihat adanya
simptom-simptom yang mengarah ke hal tersebut. Satu hal yang bersifat
paradoksal dalam psikopatologi adalah bahwa beberapa orang yang mengalami ini
secara intelektual adalah normal namun disegi lain memiliki kepribadian yang
abnormal. Hal tersebut dapat diterima tanpa adanya
pertanyaan selain cukup dipahami bahwa adanya disintegrasi dari penyebab dan
intelektual yang menghasilkan gangguan mental. Pada awal abad-19, orang-orang
antisosial digambarkan sebagai orang yang tidak bermoral, Mereka disebut moral
imbesil dan secara bertahap kondisi ini digambarkan dari satu generasi ke
generasi berikutnya. Pada akhir abad-19, istilah psikopat mulai digunakan untuk
mereka yang berperilaku antisosial. Pada saat panduan diagnostik dari American
Psychiatric Association dipublikasikan pada awal tahun 1950-an psikopat dan
sosiopat diperkenalkan sebagai komponen stress dan sosiokultural dari perilaku
dan mengurangi peran teori konstitusional yang pada awalnya mendominasi
penelahaan tentang masalah ini. Saat edisi kedua dari panduan ini diterbitkan
tahun 1968 istilah mulai ditinggalkan dan munculah istilah antisosial
personality. Di zaman sekarang banyak remaja yang melakukan
perilaku antisosial, bahkan di amerika serikat hampir lebih dari 40%
orang-orang yang melakukan kejahatan serius adalah anak-anak remaja. Dalam
penelitian yang dilakukan peneliti dari IPB ditemukan korelasi antara hubungan
kualitas karakter seseorang dengan perilaku antisosial, jadi jika seseorang
memliki karakter yang baik maka tingkat seseorang tersebut untuk melakukan
perilaku antisosial akan lebih rendah. Tetapi karakter yang baik belum tentu
menjamin seseorang tidak melakukan perilaku antisosial, karena biasanya orang
yang memiliki perilaku antisosial menampilkan kharisma yang baik dan memiliki
intelegensi yang baik juga.
1
BAB
II
2.1
Pengertian Anti Sosial
Anti sosial terdiri dari kata anti dan sosial, anti yang berarti menentang
atau memusuhi dan sosial yang berarti berkenaan dengan masyarakat. Jadi anti sosial adalah suatu sikap
yang melawan kebiasaan masyarakat dan kepentingan umum. Menurut Kathleen
Stassen Berger, sikap antisosial sering dianggap sebagai sikap dan perilaku
yang tidak mempertimbangkan penilaian dan keberadaan orang lain atau masyarakat
secara umum. Suatu tindakan antisosial termasuk dalam tindakan yang berorientasi
pada keberadaan orang lain atau ditujukan kepada orang lain, meskipun tindakan
tersebut memiliki makna subjektif bagi orang-orang yang melakukannya. Tindakan
antisosial ini seringkali membuat kerugian bagi masyarakat luas sebab pada
dasarnya si pelaku tidak menyukai keteraturan sosial. Selain itu antisosial
juga menunjukan sikap seseorang yang tidak dapat beradaptasi terhadap norma
yang ada di lingkungannya. Antisosial juga merupakan sebuah gangguan mental
dimana penderitanya tidak memperdulikan hak, keinginan, serta perasaan orang
lain. Karena ketidakpeduliannya seorang antisosial dapat bersikap kasar dalam
memperlakukan orang lain. Seorang antisosial juga masa bodoh dengan hukum
sehingga sering melanggarnya tanpa ada rasa bersalah. Sehingga antisosial dapat
berakibat buruk bagi penderitanya karena membuat ia tidak dapat menjalankan
tugas dengan baik misalnya di sekolah, pekerjaan, dan di keluarga.
2.2
Ciri-Ciri
Sikap Antisosial
Sikap antisosial dapat dengan mudah diketahui dengan
melihat ciri-ciri tanda dari sikap anti sosial antara lain sebagai berikut :
- Terdapat ketidaksesuaian antara sikap seseorang
dengan norma yang terdapat dalam masyarakat
- Adanya seseorang atau sekelompok orang yang
beruasah dalam melakukan perlawan terhadap orang yang berlaku di masyarakat.
- Keadaan psikologi seseorang yang berlawanan
dengan apa yang terjadi
2
- Ketidakmampuan seseorang dalam menjalankan norma
yang di masyarakat.
2.3
Bentuk-Bentuk Sikap Antisosial
Sikap antisosial dikelompokkan dalam beberapa macam
antara lain sebagai berikut:
1.
Bentuk-Bentuk Sikap Antisosial Berdasarkan
Penyebabnya
a. Sikap antisosial yang muncul karena penyimpangan (devisiasi)
individual
Penyimpangan individul bersumber dari faktor-faktor yang terdapat diri
seseorang, seperti pembawaan, penyakit, kecelakaan yang dialami seseorang, atau
karena terdapat pengaruh sosial budaya yang sifatnya unik terhadap individu.
Adapun bentuk-bentuk sikap antisosial antara lain sebagia berikut:
·
Pembandel, yaitu orang yang tidak mau tunduk
pada peringatan orang-orang yang memiliki kewenangan di lingkungan
tersebut.
·
Pelanggar, ialah orang-orang yang melanggar
norma-norma umum atau masyarakat yang berlaku
·
Pembangkang, adalah orang yang tidak tunduk pada
nasihat-nasihat orang yang terdapat dilingkungan tersebut.
·
Penjahat, adalah orang-orang yang mengabaikan
norma-norma umum atau masyarakat yang berbuat sekehendak hati yang
mengakibatkan kerugian-kerugian harta atau jiwa yang terdapat dilingkungannya
ataupun yang berada di luar lingkungannya sehingga para anggota masyarakat
meningkatkan kewaspadaan dan selalu bersiap-siap untuk menghadapinya.
b. Sikap antisosial yang muncul karena penyimpangan situsional
Penyimpanan situasional adalah fungsi pengaruh kekuatan-kekuatan situasi
yang berada di luar individu atau dalam situasi ketika individu merupakan
bagian yang tidak terpisahkan di dalamnya. Situasi sosial adalah keadaan yang
berhubungan dengan tingkah laku seseorang dimana tekanan, pembatasan, dan
rangsangan yang datang dari orang atau kelompok di luar diri orang itu relatif
lebih dinamis daripada faktor-faktor
3
internal
yang dapat menimbulkan respons mengenai hal-hal tersebut. Penyimpangan
situasional dapat selalu kembali jika situasinya berulang. Mengenai kejadian
tersebut, menjadi penyimpangan kumulatif. Macam-macam bentuk sikap antisosial
adalah sebagai berikut:
·
Degradasi moral atau demoralisasi karena kata-kata
keras dan radikal yang kelaur di mulut para pekerja yang di PHK secara sepihak
oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
·
Tingkah laku kasar pada golongan remaja
·
Tekanan batin yang dialami oleh perempuan-perempuan
yang mengalami monopause
·
Penyimpangan seksual yang terjadi karena seseorang
menunda-nunda perkawinan
·
Homoseksual yang terjadi untuk narapidana di lembaga
permasyarakatan.
c. Sikap antisosial yang muncul karena penyimpangan biologis
Penyimpangan biologi adalah faktor pembatas yang tidak memungkinkan
terjadinya dalam memberikan persepsi atau menimbulkan respons-respons tertentu.
Gangguan terjadi jika individu tidak melakukan suatu peranan sosial tertentu
yang sangat perlu. Pembatasan terhadap gangguan-gangguan ini sifatnya
transbudaya (menyeluruh di seluruh dunia). Terdapat macam-macam bentuk
diferensiasi yang dapat menghasilkan penyimpangan biologis adalah sebagai
berikut:
·
Ciri-ciri ras, misalnya tinggi badan, roman muka, dan
bentuk badan
·
Ciri-ciri karena gangguan fisik, misalnya kehilangan
anggota tubuh dan gangguan sensorik
·
Ciri-ciri biologis yang aneh, cacat karena luka dan
cacat yang terjadi karena bawaan lahir.
·
Tidak berfungsinya tubuh secara baik dan tidak bisa
dikendalikan lagi, misalnya epilepsi dan tremor.
d. Sikap antisosial yang bersifat sosiokultural
Beberapa bentuk sikap dari antisosial dengan sifat sosiokultural adalah
sebagai berikut:
·
Primordialisme, adalah suatu sikap atau pandangan
yang menunjukkan sikap yang
4
berpegang teguh kepada hal-hal yang sejak semula
melekat pada diri individu, misalnya suku bangsa, agama, ras, ataupun asal usul
kedaerahan oleh seseorang dalam kelompoknya, kemudian meluar dan berkembang.
Primordialisme muncul karena adanya sesuatu yang dianggap istimewa oleh
individu dalam suatu kelompok dan keinginan untuk mempertahankan keutuhan suatu
kelompok. Selain dari itu, primordialisme berkaitan disebabkan dengan
nilai-nilai mengenai keyakinan, misalnya keagamaan dan pandangan hidup.
·
Etnosentrims atau fanatisme suku bangsa, ialah suatu
sikap yang menilai kebudayaan masyarkat lain dengan menggunakan ukuran-ukuran
yang berlaku di masyarakatnya sendiri.
·
Sekularisme, yaitu sikap yang lebih
mengedepankan hal-hal yang sifatnya nonagamawi, misalnya teknologi dan ilmu
pengetahuan. Orang yang seperti ini cenderung mengedepankan kebenaran
duniawi.
·
Hedonisme, adalah suatu sikap manusia yang
didasarkan pada diri mengenai pola kehidupan yang serbamewah, glamor, dan
menemparkan kesenangan materiil di atas segalanya. Tindakan yang baik menurut
hedonisme adalah tindakan yang menghasilkan kenikmatan. Orang yang mempunyai
sifat seperti ini biasanya kurang peduli mengenai keadaan di sekitarnya karena
yang diburu adalah kesenangan pribadi.
·
Fanatisme, ialah suatu sikap yang mencintai
atau menyukai mengenai suatu hal secara berlebihan. Mereka tidak memedulikan
apapun yang dipandang lebih baik daripada hal yang disenangi tersebut.
Fanatisme yang berlebihan sangat berbahaya karena dapat berujung pada
perpecahan atau konflik. Seperti fanatisme terhadap suatu ideologi atau arti
idola.
·
Diskriminasi, adalah sikap yang membeda-bedakan
secara sengaja golongan-golongan yang berkaitan mengenai
kepentingan-kepentingan tertentu. Dalam diskriminasi, golongan tertentu
diperlakukan secara berbeda dengan golongan-golongan lain. Pembedaan itu dapat
didasarkan pada suku bangsa, agama, mayoritas, atau bahkan minoritas dalam
masyarakat. Seperti, diskriminasi ras yang sebelumnya pernah terdapat di Afrika
Selatan dimana seluruh warga ras kulit putih menduduki lapisan lebih tinggi
dibandingkan ras kulit hitam.
5
2.4
Bentuk-Bentuk
Sikap Antisosial Berdasarkan Sifatnya
a. Tindakan
antisosial yang dilakukan secara sengaja
Tindakan
antisosial yang dilakukan secara sengaja adalah tindakan yang dilakukan secara
sadar oleh pelaku, akan tetapi tidak mempertimbangkan penilaian orang lain
terhadap tindakannya tersebut. Seperti vandalisme atau aksi corat-coret tembok
rumah orang lain.
b. Tindakan
antisosial karena tidak peduli
Tindakan
antisosial karena tidak peduli adalah tindakan karena ketidakpedulian si pelaku
mengenai keberadaan masyarakat disekitarnya. Seperti membuang sampah di
sebmarang tempat atau mengebut ketika berkendara di jalan raya.
2.5
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Antisosial
·
Terdapat norma dan nilai sosial yang
tidak sesuai atau sejalan mengenai keinginan masyarakat sehingga dapat terjadi
kesenjangan budaya, dan pola pikir masyarakat.
·
Adanya ideologi yang dipaksakan untuk
masuk ke dalam lingkungan masyarakat. Hal tersebut dapat menimbulkan guncangan
budaya bagi masyarakat yang belum siap untuk menerima ideologi tersebut.
·
Masyarakat kurang siap untuk menerima
perubahan dalam tatanan masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi karena terdapat
perubahan sosial yang menuntut seluruh komponen agar berubah mengikuti tatanan
yang baru. Dalam perubahan, terdapat komponen yang siap, namun ada juga yang
sebaliknya yang justru bersikap antisosial karena sepakat dengan perubahan yang
terjadi.
·
Ketidak mampuan seseorang untuk memahami
atau menerima mengenai bentuk-bentuk perbedaan sosial dalam masyarakat sehingga
akan mengakibatkan kecemburuan sosial. Perbedaan-perbedaan dimaknai sebagai
suatu permasalahan yang dapat mengancam stabilitas masyarakat yang dapat mengancam
stabilitas masyarakat yang sudah tertata.
6
·
Pemimpin yang kurang sigap dan tanggal
mengenai fenomena sosial dalam masyarakat serta tidak mampu mengartikan
keinginan masyarakat secara keseluruhan.
Kasus Ted Bundy
Ted Bundy yang bernama asli Theodore Robert Cowell yang lahir di sebuah
rumah di Vermont, 24 November 1946 merupakan pembunuh berantai terhadap lebih
dari 30 orang dimana korbannya hampir seluruhnya wanita. Bundy merupakan hasil
anak dari seorang ibu yang tidak menikah, tetapi bundy tidak mengetahuinya
,jadi selama ini ia di asuh oleh kakek-neneknya yang dia anggap adalah orang
tuanya , dan ibunya adalah kakanya. Dalam kehidupan sehari –hari bundy adalah
anak yang tertutup dan pendiam, Pada tahun 1951 ibu bundy menikah dengan
johnnie bundy. Meskipun Bundy
,sikapnya acuh tak acuh, ia cukup pintar di sekolah, dan ketampanannya yang
alami membuatnya populer di sekolah hingga meningkatkan harga dirinya. sampai suatu hari ia mempunyai seorang wanita yang sangat ia cintai di
sekolahnya , tetapi wanita tersebut mengakhiri hubungannya dengan Bundy. Disaat
yang bersamaan bundy pun mengetahui tentang asal-usulnya bahwa ia adalah anak
yang lahir di luar pernikahan ,Hal itu berakibat pada pukulan yang signifikan pada kondisi psikologisnya. Upaya ayah tirinya
untuk menyatukan Bundy dengan anggota keluarga yang lain ditolaknya
mentah-mentah, dan ia menjadi semakin terisolasi dalam dunianya perenungannya
dan terkucil dari keempat saudara-saudaranya yang lain serta lebih senang
bermain sendiri. Namun, seolah-olah ingin membuktikan pada mantan
kekasihnya dan keluarganya bahwa mereka salah menilainya, ia malah melemparkan
dirinya ke studinya dengan semangat baru. Dia kemudian menjadi mahasiswa
kehormatan yang memilih jurusan psikologi. Ia juga menaruh minat pada dunia
politik dan menjadi juru kampanye yang berkarismatik. Ketika bertemu lagi
dengan mantan kekasihnya pada tahun 1973, mantan kekasihnya kagum pada kekayaan
yang dimiliki Bundy sekarang dan mereka menghidupkan kembali percintaan mereka.
Saat mantannya yakin bahwa ia akan menikah dengan Bundy, Bundy secara tiba-tiba
hilang dan tidak bisa dihubungi seperti halnya yang pernah dilakukan mantannya
itu pada Bundy enam tahun yang lalu. Balas dendam ini membuat Bundy sedikit
nyaman akan tetapi kemarahannya kemudian dialihkan dalam serangkaian serangan
brutal terhadap perempuan-perempuan yang semuanya memiliki karakteristik fisik
yang sama
7
dengan Mantan kekasihnya tersebut. Bundy juga masuk kedalam kategori anti sosial/psikopat karena cirri-ciri anti
sosial/psikopat terdapat dalam diri Bundy selama berlangsungnya kasus seperti,
terlibat aksi criminal, manipulative, tidak ada rasa penyesalan meski sudah
mengakui perbuatannya. Dari aksi kriminal Bundy polisi sempat terkecoh.
Meskipun polisi sudah menemukan bukti-bukti yang kuat terhadap pelaku
pembunuhannya , bundy tetap sadar ,tidak merasa bersalah walau ia sudah
mengakuinya ,bahkan ia membohongi polisi saat dia menunggu sidang dan bundy
berhasil lolos dari penjara, ia sudah banyak membunuh , memperkosa , dan
membantai korban-korbannya yang kebanyakan merupakan wanita yang memiliki
karakter fisik: wanita yang rambutnya dibelah tengah , dan rambutnya panjang
sebahu persis mantan pertamanya.
Pemecahan masalah anti sosial.
Sosial
dan lingkungan rumah juga berperan dalam menunjang perkembangan perilaku anti
sosial. Untuk mecegah perilaku antisosial dapat digunakan cara pengendalian
sosial seperti sosialisasi tidak menutup diri terhadap lingkungan sekitar, mau
terbuka terhadap orang terdekat ,tekanan sosial, kekuatan dan kekuasaan dalam
bentuk peraturan hukum. Jika seorang mempunyai masalah dirinya terhadap
sosialisasi segeralah menanyakan hal itu kepada psikolog. Hal itu dapat
dilakukan agar masyarakat memiliki pengetahuan tentang kebaikan norma sehingga
perilaku-perilaku antisosial tidak terjadi.
8
BAB III
Dari kasus ted bundy diatas bisa diambil kesimpulan bahwa sanya
seorang yang anti sosial bukan lah seperti apa yang beredar secara umum yaitu
berpenampilan ekstrim , penyendiri, suka berkelahi dll. Namun justru orang yang
anti sosial bisa sangat sama atau tidak memiliki perbedaan secara kasat mata
dengan orang lain .Ted bundy bahkan merupakan mahasiswa berprestasi dan menjadi
juru kampanye yang berkharismatik . seorang yang anti sosial bisa benar-benar
berbeda jika sudah menunjukan kejiwaannya yang terganggu namun bukan gila ,
itulah sebabnya anti sosial disebut “penyakit jiwa tanpa gangguan mental”.
Secara sederhana , perilaku anti sosial bisa di gambarkan sebagai perilaku yang
tak diinginkan sebagai akibat dari gangguan kepribadian dan merupakan lawan
dari perilaku proposial.
Penulis
sangat menyadari bahwa banyak kekurangan yang terdapat dalam makalah ini
. Untuk Itu, Penulis Sangat Mengharapkan Kritik Dan
Saran Dari Para Pembaca Semua Dalam Pengembangan Makalah Ini Ke Depan.
9
DAFTAR
PUSTAKA
Riyanti, B.P Dwi & Hendro Prabowo 1998. “Psikologi Umum 2”. Depok :
Gunadarma
Biografi Ted Bundy, Seorang Psikopat. mynamesaragieyunit.blogspot.com, 9
Maret 2014. Diunduh 5 April 2015
Mental Disorder. Meledugcom.blogspot.com, 2013. Diunduh 18 April 2015
10
Best Casino | Dr.MCD
BalasHapusLooking for the best 밀양 출장안마 casino? · Slots · Table Games · Live Dealer Games · Sports Betting · 수원 출장안마 Casinos · Mobile Casino. 대구광역 출장샵 Dr.MD.com. Dr.MD 인천광역 출장마사지 is the 파주 출장안마